Kontak dengan mahasiswa
Perkuliahan dengan sistem SKS membutuhkan konsentrasi yang tinggi, fokus, kerja keras, dan terutama komunikasi yang baik dengan dosen. Seorang bimbingan saya dapat menyelesaikan kuliahnya kurang dari empat tahun (3,7 tahun). Bagi dia, semua kesulitan dapat diatasi, termasuk kesulitan komunikasi dengan dosen. Tapi bagi mahasiswa lainnya, mungkin komunikasi dengan dosen yang beragam karakternya adalah sesuatu yang sangat sulit. Apalagi bagi mahasiswa yang tidak mau tahu tentang etika, dan batasan batasan yang normatif, serta yang tidak mau tahu tentang sesuatu yang tidak menarik hatinya, komunikasi dengan dosen adalah suatu hal yang rumit dan “perlu dihindari”.
Nah bagi mahasiswa baru, saya sediakan ruang ini untuk konseling, boleh bertanya, curhat atau diskusi. Mari kita bangun bangsa dan negara kita dengan semangat tinggi, komunikasi yang baik dan kompetensi yang membanggakan. Mari kita jaga jiwa kita dengan prasangka baik dan pikiran yang jernih. Jadi, jangan simpan permasalahan, jangan tunggu besok. Kalian dapat menuliskan apa yang ingin dibicarakan pada blog ini. Bagi mahasiswa lama ruang ini tetap dapat digunakan, bila kalian kesulitan dalam perkuliahan.
Selamat datang.
Comments
Comment from endah
Time September 23, 2008 at 9:13 am
buk, kami mau cari tabel buat survey reklantas, di bagian mana ya buk??
^_^
Comment from erika buchari
Time September 23, 2008 at 9:20 am
Iya, belum saya upload. Sabar ya. masih sibuk bulan puasa ini. Secepatnya akan saya muat disini atau email ke alamat endah.
Comment from eka wijaya
Time October 5, 2008 at 8:34 am
met idul fitri 1429 H
mohon maaf lahir dan batin…
Comment from zainuri
Time October 8, 2008 at 1:38 pm
Pa khabar bu,apa masih di Inkai, saya dulu murid Toni Kokong, kita sering ketemu kok, saya skrg di Ottawa, salam
Comment from erika buchari
Time October 9, 2008 at 6:18 am
Terimakasih atas kunjungan dan comment yang masuk selama liburan Idul Fitri. Masa paling sulit ini, harus dilalui juga. Ibunda tercinta masuk RS pada hari lebaran pertama dan meninggal dunia pada tgl 5 Syawal atau lebaran kelima. saya masih punya hutang kerja mau kirim tabel Survey, juga mempersiapkan launching buku. Semua tertunda. Tulang rasanya sakit semua, apalagi dada ini sesak sekali rasanya. Maklum, saya selalu mendapatkan vitamin energi berupa ciuman dan pelukan kasih sayang ibu setiap hari. dan tiba tiba semua itu harus dihentikan. Bagaimanapun hidup mesti berjalan terus. Senang saya dapat kunjungan teman lama seperti Ilyas dan Zainuri. Tapi saya mau konfirmasi dulu, apakah pak Ilyas ini yang dulunya “what we call iwak juaro?”. Kalau iya, memang suami saya sudah cerita. Terimakasih atas ucapan dukacitanya.
Apakah yang namanya Zainuri ini atlet andalan Sumsel dijaman itu? ya saya masih mengurus karate, walaupun sekarang terhenti latihannya saya masih menjadi pengurus wakil sekjen INKAI Pusat. Berapa lama dan sejak kapan di Ottawa? Kapan terakhir kita bertemu ya? Apa masih latihan di Ottawa sana?
Comment from tia akterina
Time October 11, 2008 at 11:52 pm
Assalamu’alaykum. Apa kabar ibu? ini tia anak mu angkatan 1998. tia kangen sama ibu. tia turut berduka cita atas wafatnya mama ibu. Semoga mama selalu dalam lindungan Allah…
Kebetulan tia sekarang di Sydney, sedang menemani suami ambil master nya.
Doakan tia ya bu, semoga ada waktu dan kesempatan untuk menimba ilmu lagi dan mengamalkannya. Sekarang tia masih sibuk dengan 2 baby yang gemesin tiap harinya.
Selamat berjuang untuk ibu, tia dukung selalu! SEMOGA ALLAH SELALU MERIDHOI LANGKAH-LANGKAH KITA UNTUK PERBAIKAN-PERBAIKAN SEKARANG DAN MASA DATANG!
ALLAHU AKBAR!
Comment from Febriyansyah Putra
Time October 14, 2008 at 8:55 am
Assalamualaikum Wr. Wb. Apa Kabar ibu? Bapak?
Inalillahi Wainnailaihi Rajiun.
Demi Allah, Febri baru tau Nenek “Pergi” setelah buka Blog ini. trus baca commentnya mbak Tia.
Febri tau Ibu Sayang bgt dengan Nenek, Tapi Febri yakin, Ibu Pasti Tegar dan Ikhlas.
Ibu, Bapak, dan (Alm) Nenek sudah Febri Anggap sebagai Keluarga.
Wss
Comment from firdaus
Time October 17, 2008 at 2:39 pm
Assalamualaikum Wr. Wb. Apa Kabar ibu? Bapak?
Inalillahi Wainnailaihi Rajiun.
Maaf bu basra baru tau Nenek “Pergi” setelah buka Blog ini. trus baca commentnya mbak Tia.dan waktu nenek berpulang kerahmatullah basra ado di padang,
basra tau Ibu dan Bapak Sayang banget dengan Nenek, basra yakin Ibu Pasti Tegar dan Ikhlas.
Ibu, Bapak, dan (Alm) Nenek sudah basra Anggap sebagai Keluarga.
Wss
Comment from Rika Nabila
Time October 28, 2008 at 1:18 pm
Ass.Bu’….
sbelumnya kita anak2 sipiL 08..TuruT berduka cita bu’atas mninggalnya ibunda ibu’…
iah bu…kmarinkan sempet ada ksalahan ,waktu jam ibu mngajar di sipil indrlya..ada salah satu temen rika yang kurang sopan sama ibu..kami minta maaf bu..
smoga simposium ibu berjalan lancar ioh bu’…
slalu doakan kita disini bu’biar ‘lempeng’ mudah maksudnya bu ^-^ nrima plajarannya…amiin..
wss.
Comment from Ido Suehendi
Time February 19, 2009 at 9:12 am
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Bu Erika maaf mau tanya. Untuk masahiswa yang tidak lulus (DO, Pengunduran diri, dll) dan transkripnya belum diambil. Kira0kira bisa gak transkripnya diambil.
Wassalamualaikum.
Comment from erika buchari
Time February 21, 2009 at 12:45 am
Ido Suehendi. Mhs yang hampir DO, biasanya dipanggil dan diberi peringatan dulu ke orang tuanya dan diberitahu untuk mengurus transkripnya (mencocokkan data mhs dg data universitas spy jangan salah). Tapi kalau mhsnya “walk a way” begitu saja, dipanggil pada peringatan pertama sampai ketiga tidak datang, alias menghilang tentunya tidak bisa mengharapkan mengambil transkrip seperti mengambil tas yang tertinggal. Harus melapor dulu, data kemahasiswaannya perlu dicocokkan untuk menyusun trankripnya. Jadi ada proses, bukan seperti ambil barang yang tertinggal.
Comment from meyta syafitri
Time October 8, 2009 at 4:21 am
assalamualaikum,,,
bu,,materi semaster 1 untuk anak sipil belum ad,,,,
bagaimana bu???????
Comment from Puryanto
Time September 12, 2008 at 11:36 am
Luar biasa kamu. Membanggakan