<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Web Blog Dr.Erika Buchari &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://www.erikabuchari.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.erikabuchari.com</link>
	<description>Tempat menulis dan Posting mata kuliah</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 01:04:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kematian yang mengenaskan</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2009/02/08/kematian-yang-mengenaskan/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2009/02/08/kematian-yang-mengenaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 23:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Pertama melihat tayangan di tv one tentang demo mahasiswa dan warga yang membawa korban Ketua DPRD Medan, saya tertegun, kemudian marah, lalu nangis dan shock. Sampai sampai, saya membiarkan deadline tulisan paper saya berlalu hanya untuk menyempatkan menulis disini. Dada ini sesak, kalau tidak saya keluarkan kegundahan hati saya yang telah lama saya simpan ini,
Sebelumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama melihat tayangan di tv one tentang demo mahasiswa dan warga yang membawa korban Ketua DPRD Medan, saya tertegun, kemudian marah, lalu nangis dan shock. Sampai sampai, saya membiarkan deadline tulisan paper saya berlalu hanya untuk menyempatkan menulis disini. Dada ini sesak, kalau tidak saya keluarkan kegundahan hati saya yang telah lama saya simpan ini,<br />
Sebelumnya sudah marak demo yang anarkis dipertontonkan semua televisi. Melihat itu saya selalu bertanya, inikah watak bangsaku yang sesungguhnya? Watak yang liar dan bengis dan selalu ingin menunjukkan kekuatannya, seperti raja rimba?<br />
Saya juga tercengang melihat sang penyambut demo tadi, apakah pihak legislatif atau eksekutif hanya ringan ringan saja menyambutnya, seperti tidak bertanggung jawab mencari titik temu perbedaan sampai tuntas.<br />
Tapi…ketika melihat tayangan kematian Ketua DPRD, yang mengenaskan tersebut, saya seperti orang lain yang menyaksikannya, pasti menolak insiden itu dan merasa malu akan wajah bangsa kita yang biadab seperti itu.<br />
Mana mungkin massa yang 7500 itu ditangani oleh polisi seratusan. Mana mungkin juga orang sudah anarkis tersebut tidak dilakukan penembakan peringatan keatas, dan kalau sudah diingatkan masih melanggar seharusnya ditembak kakinya, supaya mereka sadar untuk tidak membunuh orang lain.<br />
Setidaknya itulah pikiran saya sebagai warga yang ingin dilindungi.<br />
Saya tersadar, ternyata sejak tahun 1998, perstiwa reformasi itu, ada yang kehilangan dari hak hak kita yaitu hak sebagai warga untuk dilindungi. Kita dibiarkan melindungi diri sendiri dari kebiadaban saudara saudara kita sendiri, entah alasannya karena kesulitan ekonomi, karena kebekuan politik ataupun karena ketidak ampuhan hukum.<br />
Kalau saya presiden, hari itu juga saya sudah terbang ke Medan. Menegur masyarakat yang berbuat biadab, dan memperingatkan polisi agar tidak terjadi lagi hal yang seperti ini.<br />
Maaf, mengapa saya katakan biadab? Karena setelah orang yang sekarat karena sakit jantung itu dipukuli dari segala arah, setelah pingsan dan terkurung tak dapat keluar mencari penyelamatan diri, setelah matipun masih juga dihalangi dan dilempari pendemo tersebut. Bukankah itu kata yang tepat?<br />
Saya pikir sebagai warga negara yang normal, mereka pendemo anarkis itu akan tertegun melihat korbannya “kelimpungan” dan mundur sedikit memberi rongga untuk dia bernafas. Tapi nampaknya kematian itu memang mungkin sudah target mereka, karena mungkin keinginan orang banyak tersebut dihalang halangi.<br />
Digaris bawahi lagi, karena keinginan yang dihalangi, telah menyebabkan orang “kalap” lupa segala aturan untuk memperjuangkan keinginannya. Setidaknya inilah yang dipertontonkan televisi sejak Mei berdarah 1998 yang lalu.<br />
Bangsa kita dalam kemerosotan moral yang luar biasa. Yang diatas foya foya korupsi, yang terdesak membunuh tanpa rasa berdosa, dan sisanya hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Kalau kita ke luar negeri, dua puluh tahun lalu saya masih dipuji sebagai warga Indonesia yang berperilaku sopan halus dan tinggi budi pekerti nya. Tapi sekarang, orang yang baru saya kenal ketika mendengar saya orang Indonesia, pasti meragukan bahwa saya orang baik baik, apalagi dengan penampilan muslimah yang berjilbab. Pertama yang terbayang oleh mereka gerakan orang anarkis, kemudian teroris, hal ini lah yang membuat mereka menjauhi dan takut kepada kita bangsa Indonesia. Belum lagi, di komuni gereja di Eropa ada beredar video orang kristen yang ditusuk sate oleh orang bersorban. Tentu tidak diperlihatkan dalam video itu kejadian orang Islam yang dibantai.<br />
Hal inilah yang membuat bangsa kita makin terperosok dari segala penjuru. Kita sebagai bangsa sudah kehilangan segalanya, dignity, kemuliaan, martabat dan kesopan santunan. Kita juga kehilangan hak untuk dilindungi, untuk di beri udara yang bersih dari polusi dari macetnya kota, untuk diberi air yang bersih dan berkecukupan (tidak banjir), untuk didengarkan dan sebagainya.<br />
Kematian memang sudah kontrak kita dengan Allah, akan tetapi perilaku manusia yang dapat membunuh orang lain dengan sengaja maupun tidak sengaja tidak dapat dibenarkan di muka bumi ini.<br />
Hak Allah untuk mencabut nyawa orang lain.<br />
Kematian yang mengenaskan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2009/02/08/kematian-yang-mengenaskan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BUKU baru terbit</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2009/01/18/buku-baru-terbit/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2009/01/18/buku-baru-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 01:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Teman teman, pengunjung Blog yang berbahagia,
Dengan tulus saya akan sampaikan buku yang sudah lama ingin saya terbitkan ini kehadapan anda. Isi buku ini adalah tentang Analisis Transportasi di jurnal, artikel koran, seminar dll dari tahun 1990 sampai 2008. Saya mencoba menyampaikannya dengan bahasa umum dan berusaha untuk tidak terlalu teoritis dengan maksud agar ilmu Transportasi dapat disukai masyarakat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman teman, pengunjung Blog yang berbahagia,</p>
<p>Dengan tulus saya akan sampaikan buku yang sudah lama ingin saya terbitkan ini kehadapan anda. Isi buku ini adalah tentang Analisis Transportasi di jurnal, artikel koran, seminar dll dari tahun 1990 sampai 2008. Saya mencoba menyampaikannya dengan bahasa umum dan berusaha untuk tidak terlalu teoritis dengan maksud agar ilmu Transportasi dapat disukai masyarakat. Kalau berminat silahkan menghubungi saya.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2009/01/18/buku-baru-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEJADIAN KECIL</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/12/06/kejadian-kecil/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/12/06/kejadian-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 23:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yll ketika saya akan pergi mengajar ke kampus Indralaya, saya melihat beberapa kejadian kecil yang membuat saya terkesima.
Pertama, pas didepan saya ada sebuah kendaraan yang membawa molen dengan adukan didalamnya, yang tiba tiba tumpah didepan kendaraan saya dan sepanjang jalan berceceran, Setelah mobil tersebut menyimpang berpisah arah dengan saya, masih juga dengan pikiran tentang bahayanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yll ketika saya akan pergi mengajar ke kampus Indralaya, saya melihat beberapa kejadian kecil yang membuat saya terkesima.</p>
<p>Pertama, pas didepan saya ada sebuah kendaraan yang membawa molen dengan adukan didalamnya, yang tiba tiba tumpah didepan kendaraan saya dan sepanjang jalan berceceran, Setelah mobil tersebut menyimpang berpisah arah dengan saya, masih juga dengan pikiran tentang bahayanya tumpahan tersebut terhadap kendaraan lain, ada lagi kejadian yang menakjubkan.</p>
<p>Seorang anak kecil (sekitar sepuluh tahunan umurnya) melintas kendaraan saya dan kendaraan tanki minyak yang datang berlawanan arah. Karena dipersimpangan dan kendaraan saya membelok kekanan, dengan jelas keponakan saya yang menyetir mobil bisa melihat si anak, membuka keran tanki tersebut sambil menampung tumpahannya di jeriken dan proses itu dilakukannya sambil berlari kecil. Entahlah, apakah si sopir tanki mengetahuinya atau tidak.</p>
<p>Dua kejadian diatas membuatku tertegun, betapa faktor keselamatan jalan masih sangat kurang diperhatikan. Kejadian diatas merupakan faktor lain lagi yang dapat menyebabkan kecelakaan di jalan. Mengapa kendaraan pembawa molen tidak melipat corongnya keatas, sehingga kalau tumpah atau keluar dari molen karena penuh dan jalannya jelek, maka adukan beton tadi tidak tumpah dijalan.</p>
<p>Akan halnya sianak pencuri minyak tadi, sangat mustahil kalau sopir tanki tidak dapat melihatnya dari kaca spion. alangkah lebih baiknya kalau kerannya tidak bisa dibuka. Karena kebocoran tadi juga dapat menyulut kebakaran kalau saja sianak tadi sambil merokok atau ada orang yang melempar puntung rokok didekatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/12/06/kejadian-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>OJEK</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/11/20/ojek/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/11/20/ojek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 08:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya kota-kota lain di dunia, Palembang sekarang mengalami masalah lalulintas, antara lain masalah ketersambungan alat transportasi dari dan ke tujuan (connectivity).  Beberapa daerah perumahan baru tidak dicapai oleh pelayanan bus dan oplet. Kekurangan ini secara spontan dijawab dan dipenuhi oleh ojek. Fasilitas transport, seperti bus stop dan halte sangat minim adanya. Rute angkutan umum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Seperti halnya kota-kota lain di dunia, Palembang sekarang mengalami masalah lalulintas, antara lain masalah ketersambungan alat transportasi dari dan ke tujuan (connectivity). <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Beberapa daerah perumahan baru tidak dicapai oleh pelayanan bus dan oplet. Kekurangan ini secara spontan dijawab dan dipenuhi oleh ojek. Fasilitas transport, seperti bus stop dan halte sangat minim adanya. Rute angkutan umum yang ada sekarang kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap rute angkutan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-layout-grid-align: none;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Karakteristik Ojek</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Usaha ojek dilaksanakan perorangan secara tidak resmi (ilegal). Dalam beberapa contoh, ada beberapa pengemudi ojek yang melakukannya sebagai mata pencarian tambahan. <span style="mso-tab-count: 1;">      </span>Ada beberapa tingkatan pengemudi ojek, seperti Pengemudi murni, Guru sekolah (PNS), Mahasiswa/pelajar, dan Pensiunar/pengangguran. Pemasukan yang diperoleh dari mengemudi ojek berkisar antara Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- yang kira kira cukup untuk makan sederhana di Palembang. <span style="mso-tab-count: 1;">       </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Lokasi dari pemangkalan ojek didepan perumahan antara lain di jalan-jalan Sudirman (km 5, depan RRI atau Km 4,5 , Depan kompleks Mas Karebet), Jalan Amphibi (Simpang Basuki Rakhmat), Simpang Pasar Lemabang, Simpang Kenten Sako, dan tempat lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Ada segi keuntungan dan kerugian dalam penggunaan ojek sebagai angkutan umum. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Keuntungannya dapat diuraikan sebagai berikut:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">1) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>Ongkos ojek dapat dikomprornikan (tawar menawar). Bila jangkauan perjalanan itu sama dengan pergantian dua atau tiga moda transport ongkos dengan ojek akan menjadi lebih murah dan lebih menyenangkan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">2) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>Ojek memberikan pelayanan dari pintu ke pintu, yang tidak memerlukan berjalan kaki ke tempat tujuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">3) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>Berjalan dengan mode transportasi ojek dapat lebih cepat dari pada dengan mode yang lain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">4) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>Ojek memberikan pelayanan pada malam hari sementara mode transport yang lainnya sudah beristirahat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">5) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>Ojek dapat melalui jalan atau lorong-lorong kecil dan menghindar dari kemacetan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Selain keuntungannya, pelayanan ojek juga mempunyai kerugian atau kekurangannya antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">l) <span style="mso-tab-count: 1;">   </span>Karena ojek tidak berjalan dibawah hukum, maka penumpang ojek tidak terlindungi dan bahkan tidak dapat menuntut bila ada kerugian di pihak penumpang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">2) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>umumnya pengendara ojek menganggap remeh nyawa penumpangnya, dengan mengendarai ojeknya secara cepat atau sembarangan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">3) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>untuk pelayanan jarak jauh dan tengah malam, ojek sangat berbahaya bagi penumpangnya juga bagi pengendaranya. Resiko dirampok atau dibunuh dapat saja terjadi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">4) <span style="mso-tab-count: 1;">  </span>Kehadiran sejumlah ojek yang berlebihan dari kebutuhan pada suatu lokasi mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan juga membuat polusi udara.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Untuk sementara waktu belum ada peraturan tentang ojek dalam undang-undang lalu-lintas kita. pengemudi ojek dapat merupakan pemilik atau penyewa dari pemilik ojek.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Dari Survey tahun 1996 di dua pintu masuk kota Palembang (Utara dan Selatan), tentang kebutuhan menjelaskan bahwa kebutuhan ojek di Palembang dari perhentian bus menuju tempat tujuan dalam kota lebih banyak di sebelah utara Palembang dari pada sebelah selatan. sementara dari asal penumpang berangkat menuju ke perhentian bus, kebutuhan akan ojek hampir sama yaitu 2,67 % untuk wilayah utara dan 2,8l % untuk wilayah selatan Palembang. Hal ini cenderung meningkat untuk tahun 2008, yang menunjukkan angka<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>rata rata 30 % untuk Palembang arah utara dan selatan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Sebagai kesimpulan dari uraian diatas jelaslah bahwa kehadiran ojek sudah seperti gayung bersambut dengan kebutuhan masyarakat, karena sudah menyebar keseluruh kota baik daerah pemukiman maupun daerah pasar dan perkantoran. </span><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: EN-US;">Ojek telah memainkan peranan penting dalam transportasi perkotaan Palembang, mengisi celah celah peluang dan kekurangan pelayanan angkutan umum disana sini. Kehadiran ojek juga telah meningkatkan taraf pemasukan warga kelas bawah dan mengurangi tingkat pengangguran, menjadikan kehadiran Ojek sebagai sector usaha non formal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: EN-US;"><span style="font-size: small;">Riset lebih detail pada masa akan datang sangat diperlukan untuk menjawab tantangan dan peluang kebutuhan transportasi bagi masyarakat. Juga untuk mengetahui kecenderungan masyarakat akan penggunaan ojek sebagai moda Transportasi yang murah dan cepat (walaupun kurang aman). Dalam hal ini kebijaksanaan pemerintahan harus datang lebih cepat dari pada bencana dan bahaya yeng diakibatkan oleh tidak adanya aturan tentang ojek. Pertimbangan harus dibuat sematang mungkin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: EN-US;">Pada saat ini yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Ojek sebaiknya didaftarkan dan di buatkan peraturan karena kehadirannya yang berlebihan pada masa yang akan datang dapat menimbulkan bahaya kecelakaan motor yang berlebihan. </span><span style="font-style: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Kecenderungan pemakaian ojek ini telah menjadi meluas ke hampir semua kota di Indonesia. Sekarang perhubungan dihadapkan dengan mode angkutan umum yang baru yang murah dan berbahaya yang datangnya dari masyarakat untuk masyarakat. Keterlibatan perhubungan dalam mempersiapkan peraturan tempat mangkal, jalur khusus, rute yang boleh dan tak boleh (karena berbahaya) sangat diharapkan,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>jangan sampai Ojek dan penumpangnya ditempatkan pada posisi yang rawan.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/11/20/ojek/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membagi Waktu</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/10/27/membagi-waktu/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/10/27/membagi-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 00:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Transportasi Darat]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[multimoda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Akhir akhir ini saya agak &#8220;keteteran&#8221; juga dalam membagi waktu. Banyak sekali undangan selamatan orang mau naik Haji dan pesta pernikahan. Sehingga mengisi hari sabtu dan minggu dengan padatnya.
Logikanya saya akan santai sekali karena jadwal mengajar saya hanya Rabu dan Kamis. Tapi kenapa saya jadi seperti sibuk sekali begini ya? Apa saja yang saya lakukan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir akhir ini saya agak &#8220;keteteran&#8221; juga dalam membagi waktu. Banyak sekali undangan selamatan orang mau naik Haji dan pesta pernikahan. Sehingga mengisi hari sabtu dan minggu dengan padatnya.</p>
<p>Logikanya saya akan santai sekali karena jadwal mengajar saya hanya Rabu dan Kamis. Tapi kenapa saya jadi seperti sibuk sekali begini ya? Apa saja yang saya lakukan. Yah setelah saya pikir pikir, tuntutan bekerja dari otak saya lah yang membuat saya jadi tidak pernah bisa istirahat berpikir. Membuat tulisan, menulis buku buku saya yang empat buah menanti penerbitannya. Menulis konsep dan ide ide saya baik untuk karya ilmiah, penelitian ataupun untukprogram yang akan datang.</p>
<p>Itu semua dapat saya lakukan dengan &#8220;khusuk&#8221; dibelakang meja 2&#215;1 di rumah saya. Awalnya memang saya ingin menjadi orang rumahan saja, setelah menyelesaikan study S3 saya, saya akan menyusun kredit dan mempersiapkan untuk kejenjang profesor, sambil menjaga ibu saya yang sakit. Ternyata saya tidak mampu menolak kenyataan bahwa ibu saya telah dipanggil Allah swt, tanggal 6 Oktober 2008 dan pada tanggal yang sama pula saya diangkat menjadi staff ahli gubernur bidang transportasi. Mungkin memang bagian hidup saya harus mengabdi dan bekerja di lapangan. Sampai sampai mengisi blog sayapun agak keteteran. Padahal banyak sekali yang ingin saya bicarakan dan bahas di blog. Terpikir juga ingin mencari asisten, tapi apakah ada yang mau ya? Saya tidak yakin ada yang mau karena ketidak pastian lama kontrak kerja saya itu. Anyway, saya tetap akan mencari asisten yang mau bekerja sama dengan saya membangun bangsa ini, dengan kemampuan kita yang sangat minim ini.</p>
<p>Tanggal 28 Oktober 2008, saya akan mengikuti symposium tahunan FSTPT XI, di Universitas Diponegoro, Semarang. FSTPT ini diprakarsai oleh beberapa profesor Transportasi (ketika itu mereka masih doktor dan masih muda) serta didukung oleh beberapa Universitas yang hadir pada saat pembentukannya yang difasilitasi oleh HEDS-JICA (Higher Education Support)- JICA termasuk Universitas Sriwijaya. FSTPT ke VIII tahun 2005 yang lalu diselenggarakan oleh Unsri sebagai tuan rumahnya, dan sekarang oleh Undip. Uniknya simposium yang tanggal 29-30 Oktober 2008 ini adalah bersifat internasional dan menggunakan dua bahasa, yaitu Inggris dan Indonesia. Saya akan menyajikan makalah saya pada simposium yang berbahasa Inggris, insyaallah.</p>
<p>Tanggal 28 Oktober juga kami pengurus pusat INKAI mengadakan halal bihalal di Balai Kartini jalan Gatot Subroto. Alhamdulillah, saya kebagian pembagian waktu yang sama sehingga dua dua kegiatan bisa jalan. Pagi saya akan ke Jakarta dan makan siang dengan teman teman pengurus diacara halal bihalal, kemudian malamnya ke Semarang. Workshop akan dilaksanakan tanggal 29 dan Simposium tanggal 30  Oktober 2008. Tanggal 31 Oktober saya akan kembali ke Palembang setelah sehari menginap dulu di Jakarta. Ada banyak hal yang dapat saya kerjakan selama satu hari di Jakarta.</p>
<p>Harapan saya selama diperjalanan mudah mudahan saya dapat menyelesaikan banyak tulisan saya yang tertunda dan dapat mewarnai blog saya ini lagi dengan tulisan tulisan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/10/27/membagi-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>In memoriam mama Hj. Halimah Tamin, 6 Oktober 2008</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/10/18/in-memoriam-mama-hj-halimah-tamin-6-oktober-2008/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/10/18/in-memoriam-mama-hj-halimah-tamin-6-oktober-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 08:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Bertahun tahun saya belajar hidup, banyak kali pula saya menasehati teman yang berduka karena kepergian orang yang dikasihinya ke alam baka, tapi baru kali ini saya harus mampu menasehati diri sendiri untuk ikhlas menerima kenyataan berpisah dengan mama.
Saya tulis kenangan untuk mama ini bukan untuk cengeng atau memanjakan diri sendiri. Tapi untuk lebih banyak mengenang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertahun tahun saya belajar hidup, banyak kali pula saya menasehati teman yang berduka karena kepergian orang yang dikasihinya ke alam baka, tapi baru kali ini saya harus mampu menasehati diri sendiri untuk ikhlas menerima kenyataan berpisah dengan mama.</p>
<p>Saya tulis kenangan untuk mama ini bukan untuk cengeng atau memanjakan diri sendiri. Tapi untuk lebih banyak mengenang pelajaran dan keteladanan yang diberikan beliau sepanjang hidupnya. </p>
<p>Diwaktu kecil beliau tak pernah kehabisan bahan untuk mendongeng sebelum tidur, yang setelah besar baru saya sadari hal itu telah membuat diri saya terpacu untuk menjadi tokoh dalam dongeng tersebut. Tokohnya adalah si Ani. Bermacam cerita berkaitan dengan kehidupan sehari hari dilakoni oleh si Ani tersebut. Si Ani yang pintar ini, yang pintar itu. Si Ani yang berguna bagi tetangga, bagi temannya. Si Ani yang sabar. Si Ani yang jujur dsb dsb&#8230;.</p>
<p>Yang utama dikenalkan adalah disiplin dalam beragama. Habis sholat magrib menjelang Isya kita wajib mengaji. Sehingga ketika masih SD kita diwajibkan sudah khatam Al Quran. Mulai kelas 1 SD kita mulai belajar puasa. Masih ingat saya ketika kecil mengikuti ceramah Kiyai di Mesjid, padahal ketika itu saya belum mengerti benar apa isi ceramah tersebut. Yang saya ingat adalah beliau selalu membawa secerek air teh manis dan saya memegang segelas susu coklat untuk penceramah. Waktu itu saya masih SD. Ketika nuzul Quran sayapun ikut lomba baca Al Quran. Walaupun saya cuma juara harapan, tapi yang penting semangat kompetisi untuk berbuat yang terbaik itu sudah ditanamkan beliau sejak kami kecil.</p>
<p>Tahun 1974, TVRI di Palembang mulai siaran. Kamipun dapat menonton TV hitam putih pada saat itu. Tapi kami hanya boleh menonton kalau sudah mengaji dan membuat PR. Tentu saja hanya tersisa sedikit waktu untuk nonton tv karena pada masa itu tv tutup siaran jam 10 sampai jam 11 malam.</p>
<p>Beliau memacu kami untuk &#8220;pintar&#8221; dalam belajar maupun dalam kehidupan sehari hari. Sayapun dibiarkan main bebas dengan tetangga. Beliau selalu berbuat dan berhitung dengan tepat. Walaupun kami bukan anak orang kaya, dan mama hanya ibu rumah tangga biasa, tapi kami dijamin tidak kekurangan makanan, pakaian dan buku buku serta keperluan sekolah yang kami perlukan. Kami pun dapat bersekolah di sekolah yang berkualitas dengan bayaran yang tidak murah. Meskipun setiap tahun beliau selalu menghadap kepala sekolah untuk meminta diturunkan uang sekolah kami (entah bagaimana caranya, mungkin beliau membawa slip gaji papa, kami tidak tahu tepatnya bagaimana).</p>
<p>Yang paling memalukan waktu saya kecil adalah bahwa saya tidak pernah jajan karena tidak boleh jajan. Uang saku saya tabung dan belikan bahan baju, saya harus belajar menjahit dengan mama. Akhirnya saya betah dengan membawa bekal nasi dan minum dari rumah, dan betah menabung untuk praktek menjahit. Akhirnya ketika SMA kelas 1 saya sudah dapat memecah pola dan membuat bemacam macam model baju. Hal ini ternyata berguna ketika saya di Inggris, disana saya membeli mesin jahit dan menjahit baju saya sendiri. Ketika tamat SMA saya tidak muluk muluk, keinginan saya cuma ingin menjadi designer terkenal yang bersekolah ke London. Tapi apaboleh buat karena tidak ada sekolahnya di Palembang sayapun mendaftar di Teknik Sipil. Satu satunya pilihan saya waktu itu. Meskipun beliau tidak sekolah tinggi, tapi beliau ingin saya meneruskan pendidikan saya dan hingga nantinya saya menjadi professor. Supaya makin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari keberadaan kita, katanya.</p>
<p>Mama tidak pernah istirahat. Selain mengurus kami anaknya yang cuma dua orang perempuan semua ini, mama juga pintar menjahit dan memasak. Beliau juga pernah menyewakan pakaian pengantin dan membuatkan kue pengantin yang 3 tingkat itu. Keahliannya banyak sekali dibidang rumah tangga.</p>
<p>Tapi yang mencengangkan adalah kemampuan matematis dan berhitungnya. Mama selalu tepat dan cepat dalam menganalisis mengambil keputusan. Sifatnya yang antisipatif ini sangat berguna dan sekarang saya sadari perlu dicontoh dan ditiru. Ternyata kesempurnaan manajerial dapat juga dilatih dalam scope kecil yaitu rumah tangga. Pada waktu itu, seorang istri pegawai pertamina sangat sibuk dalam organisasinya dan beliau juga aktif ke Sungai Gerong. Dengan kata lain, kami juga sering ditinggal dan pulang dari sekolah tidak menemukan beliau dirumah. Tapi, kami tidak kehilangan karena semua sudah tersedia, terjadwal dan beberapa jam kemudian beliau sudah berada dirumah.</p>
<p>Yang perlu saya catat dengan tinta merah adalah beliau tidak pernah mengeluh capek, sakit, ngantuk atau malas dalam mengerjakan tugas tugas rumah atau tugas organisasi. Sementara saya kalau capek bekerja, buru buru istirahat dulu kemudian baru kerja lagi, sehingga waktu kerja jadi &#8220;molor&#8221; sampai malam sekali.</p>
<p>Kejujuran mama dalam keseharian sangat menonjol. Pada waktu di restoran bila beliau mau menggunakan tusuk gigi ketika kami makan di restoran, maka beliau memintanya terlebih dahulu. Ketika sudah meinggal kejujuran beliau ini dikenang dan jadi contoh bagi suster yang merawatnya dirumah. Beliau minta dibelikan sayur bayam dari tukang sayur yang lewat. Ketika terbawa cung kediro (sejenis tomat kecil) beliau menyuruhnya mengembalikan ke tukang sayur tsb.</p>
<p>Semua teman kami adalah anak bagi beliau, sehingga beliau dengan tulus ikhlas ikut begadang dan menyediakan makan malam kami, yang kadang kadang membawa puluhan teman. Sekali lagi, kami tidak jajan melainkan makan masakan beliau. Sehingga sampai saat ini mama dikenang teman teman akan masakan rendang kacang dan nasi gorengnya yang enak.</p>
<p>Ketika melepas dan menghadapi saat saat terakhir beliau ketika akan meninggalkan dunia ini, saya baru menyadari bahwa kebaikan itu adalah suatu investasi jangka panjang. Menanam kebaikan, amal dan ibadah harus sejak dini, serta harus konsisten bukannya musiman. Amal dan kajian beliau banyak sekali dan itu dilakukan terus menerus, secara konsisten. Konsisten, itu yang paling sulit kita pelajari dan kita atasi. Terutama iman kita sering naik turun, ibadah kita kadang banyak kadang minim dan pas pas an. Ternyata konsisten itu berasal pengusaan diri, pengalahan diri sendiri. Kita semua tahu kalau mengalahkan orang lain lebih mudah dari mengalahkan diri sendiri. Inilah hal yang paling sulit untuk dipelajari.</p>
<p>Selain itu, mama orangnya lemah lembut, suka senyum dan sepertinya tidak pernah marah. Kalau beliau marah sekali maka beliau akan bungkam saja dan kita rasanya &#8220;terhukum mati&#8221; dengan sikap mama yang seperti itu. Alangkah tegas kepemimpinannya. Saya ingat ketika saya pulang menjelang akhir hayat alm papa tahun 1988. Tiga bulan saya tetap di Jakarta tidak mau kembali ke Inggris, terhanyut menangis, putus semangat dan tidak mau meneruskan kuliah master saya yang tinggal ujian Thesis saja lagi.  Tapi beliau tegas menyuruh saya kembali ke Inggris, sehingga saya tidak dapat tidak harus kembali meneruskan sekolah yang tertunda karena meninggalnya alm papa.</p>
<p>Demikian juga menjelang saya menyelesaikan studi, enam bulan (Jan - July 2008) saya harus menunggu koreksian dan persetujuan kapan harus ujian Thesis S3 saya di Belgia. Bulan April beliau sakit dan sejak itu semakin menurun kekuatan fisiknya. Tapi beliau tegas, marah dengan suara tegas melarang saya pulang. Target beliau saya harus selesai doctor nya. Meskipun tiap malam chatting (yang membanggakan beliau tidak gaptek dan bisa menjawab call saya melalui skype dengan menyentuh tombol dilaptop yang sudah distel), mama selalu seperti orang optimis dan tidak sakit. Demikian juga pagi hari selalu saya telp, mama selalu menjawab dengan semangat. Padahal saat itu beliau sedang kesakitan yang luar biasa. Saya tertipu. Begitulah kerasnya keinginan beliau supaya saya dapat fokus ke Ujian. Mama tahu betul kalau saya tahu bagaimana sakitnya mama, pasti saya pulang dan tidak akan peduli dengan ujian doktoral saya dan segala hal lainnya.</p>
<p>Begitulah, ketika saya pulang baru beliau dengan ikhlas dimasukkan ke Rumahsakit dan dirawat sampai sembuh dan kulit yang keriput mulai terisi kembali. Semua seperti menghibur dan menghapus rasa bersalah saya. Pada hari lebaran pertama, mama sudah tidak tahan lagi minta dirawat di RS. Akhir umurnya sudah dirasakan mama sehingga sebelum ke RS beliau sudah berpesan menyiapkan kain kafan dan kain panjang yang selama ini sudah disimpan dilemari.</p>
<p>Mama adalah sosok ibu yang sempurna, taat, disiplin, penuh kasih dan dedikasi serta penuh inspirasi. Sampai sekarang saya merasa beliau masih memelukku dengan hangat dan memberi semangat untuk berbakti kepada keluarga dan bangsa.  Terimakasih Allah telah memberikan orang tua yang penuh keteladanan bagi kami anak anaknya. Semoga Allah mengampuni segala dosanya, dan memasukkan serta mempertemukan mama papa di syurga. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/10/18/in-memoriam-mama-hj-halimah-tamin-6-oktober-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/09/30/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429h/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/09/30/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 06:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga kita kembali fitrah dan
segala amal ibadah diterima oleh Allah swt.  Amin
Hasan Basri                             [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.</p>
<p style="text-align: center;">Mohon maaf lahir dan batin</p>
<p style="text-align: center;">Semoga kita kembali fitrah dan</p>
<p style="text-align: center;">segala amal ibadah diterima oleh Allah swt.  Amin</p>
<p style="text-align: center;">Hasan Basri                                                                                            &amp; Erika Buchari</p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/09/30/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PERSAHABATAN</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/09/03/persahabatan/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/09/03/persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 07:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama juga saya tidak berhubungan dengan teman teman lama, tentu sebagian ada yang berubah menurut waktu dan profesionalisme mereka.  Saya pun maklum, karena ada yang sangat efisien dalam berkomunikasi kembali dengan saya, ada yang hangat dan ada yang tidak sempat merespon.
Itulah sahabat, kita maklum dan sangat mengerti satu sama lain. Disinilah kita memberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama juga saya tidak berhubungan dengan teman teman lama, tentu sebagian ada yang berubah menurut waktu dan profesionalisme mereka.  Saya pun maklum, karena ada yang sangat efisien dalam berkomunikasi kembali dengan saya, ada yang hangat dan ada yang tidak sempat merespon.</p>
<p>Itulah sahabat, kita maklum dan sangat mengerti satu sama lain. Disinilah kita memberi ruang gerak kepada sahabat tadi untuk menjadi dirinya, bukan menjadi apa dan sepeti siapa yang kita inginkan.</p>
<p>Sahabat adalah orang terpenting yang pernah dan akan selalu mengisi ruang hati kita. Bila mana dia tidak hadir maka ruang tersebut kosong tetapi tidak pernah hilang dari hati kita. Tahun ini saya bahagia, karena sahabat lama yang pernah hilang kini kembali mengisi ruangnya dihatiku. Tempat kami yang jauh dan profesi yang berbeda membuat kita tidak pernah mengisi ruang ruang dihati tadi dengan memori baru. Tapi kami berjanji akan selalu berkomunikasi kembali.</p>
<p>Tapi ditahun ini juga saya kehilangan sahabat kecil. Baru setahun kami mengadakan reuni SD dan SMP, dan baru setahun kami memutar ulang sejarah masa kecil kami, tiba tiba dia pergi dipanggil Allah ke kehidupan yang kekal.</p>
<p>Itulah sahabat, kita tidak berarti tanpa adanya sahabat. Saya berbahagia memiliki sahabat yang dengan tulus mendoakan, merindukan dan menangisi saya, demikian juga saya terhadap mereka. Jarak yang jauh selama saya di Belgia tidak menjadikan hambatan bagi teman teman lama untuk mendoakan, mengingat dan membantu meringankan beban batin saya. Tapi saya sedih, belum sempat berterimakasih kepadanya dia sudah pergi untuk selamanya. Meskipun sahabat telah pergi untuk selamanya, dia tetap tinggal dihati kita dengan kenangannya.</p>
<p>Itulah persahabatan yang murni, yang tidak dapat ditukarkan dengan apapun apalagi dengan fitnah dan prasangka buruk. Saya bersyukur karena masih diberi Allah banyak sahabat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/09/03/persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perkuliahan baru</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/08/22/perkuliahan-baru/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/08/22/perkuliahan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 23:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis dan Jumat (21 dan 22 Agustus 2008), ada rapat di Jurusan Teknik Sipil dan Program study Manajemen Infrastruktur Pascasarjana. Senang sekali saya ikut rapat sekali ini, rasanya sudah lama sekali tidak ketemu teman teman dan ingin bersilaturahmi dengan bapak ibu dosen yang lain.
Dalam pembagian mata kuliah yang akan diajarkan, ada sedikit perubahan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Kamis dan Jumat (21 dan 22 Agustus 2008), ada rapat di Jurusan Teknik Sipil dan Program study Manajemen Infrastruktur Pascasarjana. Senang sekali saya ikut rapat sekali ini, rasanya sudah lama sekali tidak ketemu teman teman dan ingin bersilaturahmi dengan bapak ibu dosen yang lain.</p>
<p>Dalam pembagian mata kuliah yang akan diajarkan, ada sedikit perubahan karena adanya dosen senior yang pensiun. Juga aktifnya kembali dosen yang tadinya pergi tugas belajar. Tapi mahasiswa tidak perlu khawatir karena &#8220;<em>rolling&#8221;</em> pertukaran ini juga sudah dilakukan sebelumnya ketika dosen dosen tersebut pergi tugas belajar.</p>
<p>Bagi mahasiswa, sebaiknya jangan mengambil jarak dengan dosen, kalau ada yang akan dikomunikasikan jangan disimpan dalam hati, segera dibicarakan, kalau &#8220;malu&#8221; atau &#8220;segan&#8221; dapat melalui email, atau blog dosennya. Periode perkuliahan sangat singkat (4 tahun), kalau ada permasalahan disimpan dua semester saja, akan berdampak sangat besar bagi seluruh masa perkuliahan mahasiswa. Jadi, mahasiswa harus aktif, semangat dan selalu optimis.</p>
<p>Ingatlah, masalah itu tidak ada. Masalah ada hanya untuk diselesaikan, bukan untuk mengganggu jalannya kehidupan kita. Bagaimana menyelesaikan masalah? Tentu dengan mengahadapinya dan menguraikannya satu persatu. Kalau ada teman yang memberikan masalah dengan memfitnah, memusuhi atau menghasut ke hal hal yang akan merugikan kalian, jawab saja. &#8220;terimakasih, saya sudah cukup masalah dalam belajar ini, saya tidak mampu menerima masalah lain selain ini&#8221;. Mengapa? Karena masalah dalam belajar empat tahun itu banyak sekali, yang harus diselesaikan satu persatu dan tidak dapat dibungkus atau disimpan dilemari terus masalahnya menghilang.</p>
<p>Saya juga merasa lucu (sedih juga kadang kadang) bila mendengar mahasiswa menganggap saya &#8220;dosen killer&#8221; atau &#8220;rata kanan&#8221; karena pelit nilainya. Tapi mungkin mahasiswa dan para orang tua juga perlu mengetahui kesedihan para dosen melihat para mahasiswa yang tidak mau belajar kalau ujian, malas kuliah dan tidak mau mengerjakan tugas, tapi mau nilai lulus alias rata kiri (nilai A dan B). Mereka tidak mau rata kanan (nilai D dan E).</p>
<p>Menurut saya, nilai mahasiswa itu ditentukan oleh mahasiswanya sendiri, kalau dia belajar dan aktif kuliah, tentu akan berhasil dengan baik. Kalau merasa nilainya benar semua dan tetap tidak lulus, mahasiswa dapat minta &#8220;verification&#8221; atau penjelasan terhadap nilai tersebut. Jadi boleh protes, tentunya masih dalam masa verifikasi nilai tadi, yaitu dua minggu atau sebulan dari nilainya diumumkan. Karena nilai tersebut akan dimasukkan ke bank data di Pusat Komputer. Nah, mahasiswa yang tidak pernah belajar dan malas hadir tadi (yang jumlahnya kadang kadang lebih dari 10 persen mahasiswa) tentu tidak mau verifikasi nilai, karena sudah tahu kemampuannya memang segitu. Kelompok inilah yang menyebarkan &#8220;rasa takut&#8221; mereka dengan istilah &#8220;killer&#8221; tadi.</p>
<p>Saya yakin dan percaya, mahasiswa dapat memperbarui &#8220;paradigma&#8221; mereka tentang belajar di perguruan tinggi. Belajar bukan dalam kategori &#8220;Know-how&#8221; alias tahu dipermukaan saja, tapi mendalami ilmu yang dipelajari tersebut. Oya, ada hal lain dalam proses belajar, mahasiswa sekarang nampaknya lebih beruntung karena para dosen banyak yang menggunakan laptop dan LCD, sehingga mereka dapat melihat film dan presentasi yang bagus bagus. Keberuntungan ini dapat jadi bumerang bagi mahasiswa bila mereka merasa &#8220;sudah menangkap&#8221; semuanya hanya dengan menonton saja. Sampai dirumah semua memori tentang kuliah tadi hilang tak berbekas. Artinya, kuliah perlu membeli buku referensi atau meminjamnya di perpustakaan. Bagaimana caranya mendapatkan diktat atau materi dosen tersebut, kalau online, apakah dapat di download, atau bertanya langsung ke dosennya. Jadi jangan pulang kerumah sebelum mendapat nilai tambah (ilmu yang bermanfaat). Rugi sekali kalau pergi dan pulang dengan pengetahuan yang sama alias &#8220;blank&#8221; otaknya. Ketika kuliah, saya selalu menggunakan prinsip &#8220;hari hari harus ada nilai tambah&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/08/22/perkuliahan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENGAPA KITA TIDAK MAU MAJU?</title>
		<link>http://www.erikabuchari.com/2008/08/20/mengapa-kita-tidak-mau-maju/</link>
		<comments>http://www.erikabuchari.com/2008/08/20/mengapa-kita-tidak-mau-maju/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 00:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erika buchari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.erikabuchari.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Apakah dunia kita serba berbeda dengan Negara maju? 
Mengapa kita tidak bisa membuat sistem dan hidup dalam sistem agar Negara kita maju? 
Mengapa banyak masyarakat kita tidak mau diajak melihat sesuatu yang lebih baik? Mengapa masyarakat kita demikian egois mementingkan keperluan dan kekuasaan sesaat? 
 
Dimana letak kekuasaan pemerintah?
Apakah kebanyakan mereka tidak mampu mengatur? 
Ataukah kebanyakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah dunia kita serba berbeda dengan Negara maju? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa kita tidak bisa membuat sistem dan hidup dalam sistem agar Negara kita maju? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa banyak masyarakat kita tidak mau diajak melihat sesuatu yang lebih baik? Mengapa masyarakat kita demikian egois mementingkan keperluan dan kekuasaan sesaat? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Dimana letak kekuasaan pemerintah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah kebanyakan mereka tidak mampu mengatur? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Ataukah kebanyakan mereka tidak mau kerja keras mengatur dan lebih baik membiarkan orang dalam kesalahan supaya nanti bila dia ada kesalahan masyarakat tidak peduli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa kebanyakan aparat, pejabat tidak dididik atau tidak tahu bagaimana untuk menjadi produktif?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa terjadi di kantor pusat pegawai <span style="mso-ansi-language: IN;" lang="IN">datang</span> setiap hari tapi hanya bisa main tennis meja atau duduk duduk ngobrol tidak mengerjakan sesuatu yang produktif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa tidak ada kontrol manajemen dimana mana terhadap pegawai negeri sipil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa pemerintah pusat maupun daerah tidak konsentrasi kepada penciptaan lapangan kerja? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa sebagian pejabat hanya memikirkan kebijakan yang membawa keuntungan untuk kelompok/partai mereka, supaya pada<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>pemilu berikutnya mereka dapat menang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa banyak orang penting dapat dikorupsi informasi oleh ajudannya? Bila orang mau membantu orang penting tadi dengan tulus tidak diberi kesempatan, tapi bila ada yang mau kompromi dan menjilat ajudan tersebut maka orang tersebut mendapat kesempatan lebih dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa banyak pemimpin dan pejabat tidak mau mengobrak obrik system protokoler yang sering termanipulasi oleh korupsi informasi, kolusi dan nepotisme ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa banyak pemimpin tidak mau turun langsung kelapangan dan menganalisa sendiri masalah yang dia lihat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Malas! Mengapa mereka malas, padahal mereka digaji besar untuk itu, dan mereka kampanye untuk terjun langsung ke lapangan, untuk mendahulukan pemberdayaan masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa politik uang ada dimana mana? Mau jadi bupati, walikota atau gubernur perlu banyak uang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa ada DPRD menjadikan kekuasaannya sebagai alat untuk mendapatkan uang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Membuat peraturan daerah yang sudah tugasnya malah minta uang kepada eksekutif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Membuat peraturan daerah bersama pemerintah malah meminta “studi banding” alias jalan jalan gratis dengan fasilitas hotel dan oleh oleh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Tidak pernah berjuang membuat peraturan daerah sendiri untuk meningkatkan kemajuan kota. Dinegara lain orang membuat ratusan peraturan yang menjadi kewajibannya di kita malah mempersulit pembuatan perda dengan ketidak tahuan akan ilmunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Tidak mau merekrut ahli dalam pembuatan peraturan agar efektif, malah memakai kesempatan studi banding belajar ketempat lain yang tidak digunakan untuk benar benar belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Menjadikan ajang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pemerintah sebagai peluang mencari kesalahan pemerintah yang nantinya akan “lolos” dengan aman dengan berbagai pelicin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Memanggil BUMN atau perusahaan swasta yang “bersalah” dan mengadili mereka dengan UUD, Ujung Ujungnya Duit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Bagaimana jadinya bila oknum DPRD main mata dengan ‘rakyat’ yang mau dibayar untuk demo ke perusahaan?<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Bukankah ini suatu kesempatan peluang duit lagi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Membuat setiap pemilihan walikota, bupati dan gubernur menjadi kesempatan panen sekali dalam lima tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Mengapa oknum DPRD pada saat penetapan mata anggaran setiap tahun, main mata dengan pemerintah membuat gaji mereka naik secara berlebihan, belum bonus, mobil dan sebagainya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Mengapa oknum DPRD tidak malu menjajah bangsanya sendiri dan dengan ketidak mengertian mereka atau dengan kenaifan mereka, maka Negara kita bisa semakin hancur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Mengapa tidak terpikirkan oleh mereka bahwa mereka digaji untuk bekerja, bukan untuk memeras dan mencari peluang uang lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">-Apakah pekerjaan mereka sehari hari yang produktif? Dapatkan mereka dikoreksi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa hanya pengemis saja yang produktif menambang uang dipersimpangan, dan menjadikan pekerjaan mengemis sebagai sesuatu pekerjaan tetap yang halal?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa LSM yang mendapatkan proyek untuk membina gembel dan pengemis hanya dapat membuat rumah singgah dan tidak membuat paradigma mereka berubah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa sebagian LSM tidak tahu bila dana block grant dari luar negeri untuk membina masyarakat itu tidak dimanfaatkan dengan baik, hanya akan membuat kita jadi tambah bodoh, memanipulasi laporan seolah oleh program terlaksana, tapi ternyata tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa sebagian LSM tidak tahu dengan investasi pemberian asing tersebut, orang asing telah mempunyai ribuan jaringan di Negara kita, dan bila terjadi referendum atau strategi apa saja dari luar untuk memecah belah Negara kita, kehilangan bagian dari negara kita itu mungkin saja terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Kemanakah harga diri dan keanggunan bangsa kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Dimanakah peran ahli agama atau ulama? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah mereka tidak tahu sudah sebobrok ini mental masyarakat yang harus dibinanya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah mereka masih bisa tenang tenang ibadah, ceramah sesuai pesanan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Dapatkah para pemimpin agama tidur nyenyak melihat kekacauan mental bangsa kita?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Haruskah mereka takut mengatakan bahwa tindakan DPRD, pemerintah, masyarakat yang salah itu adalah salah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa di Jepang dan Negara Negara Barat yang sebagian masyarakatnya tidak percaya lagi kepada Tuhan, justru masih kuat memegang nilai nilai kebenaran?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Mengapa di Negara yang halaman gerejanya dijadikan tempat kencing orang mabuk, karena dekat bar, justru mematuhi hukum dan aturan pemerintah selagi mereka tidak mabuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah bangsa kita lagi mabuk padahal tidak minum? Sehingga tidak tahu lagi mana yang benar dan salah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah yang bertanya terus ini sedang hidup di alam lain? Ataukah kita sedang menuju kealam kehancuran?</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.erikabuchari.com/2008/08/20/mengapa-kita-tidak-mau-maju/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
