ANGKUTAN UMUM MULTIMODA, SEBUAH PILIHAN PERENCANAAN TRANSPORT BERKESINAMBUNGAN
Perencanaan transportasi yang berkelanjutan (sustainable transport) sudah menjadi bagian yang tidak terelakkan saat ini. Kenaikan harga BBM yang demikian melonjak tahun ini menunjukkan indikasi bahwa perencanaan transportasi yang memboroskan bahan bakar sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Paradigma sudah berubah, dari menggunakan bensin sekarang orang mulai melirik kendaraan berbahan bakar alternatif seperti tenaga listrik dan baterei. Kendaraan dengan menggunakan BBM kalau masih dapat bertahan, tentunya akan lebih efisien dan efektif bila terpadu dalam bentuk angkutan umum multimodal (MMPT).
Negara yang telah menghapus subsidi untuk jasa angkutan umum dan menyerahkan pengusahaan angkutan umum kepada pengusaha kecil (small enterprises), mempunyai masalah dengan jumlah angkutan umum yang berlebihan. Masalah mereka sekarang adalah bagaimana mengurangi jumlah angkutan umum yang tumbuh lebih cepat dari yang dibutuhkan, dan bagaimana mengelolanya secara efisien dan efektif.
Diantara beberapa peneliti dunia, Pucher (2005) dan Gwilliam (2001), mengatakan bahwa angkutan umum di Negara berkembang sangat buruk keadaannya, ditambah lagi banyaknya kekurangan dalam kebijakan dan peraturan. Banyak referensi di negara berkembang Amerika Latin dan Asia menyimpulkan bahwa kondisi angkutan umum tidak baik seperti; persaingan yang tidak sehat antar operator, perilaku mengemudi yang tidak beraturan dan ada beberapa yang brutal untuk berebut penumpang, berhenti di sembarang tempat dsb; masalah organisasi yang tidak mendukung kepada perkuatan ekonomi bagi para pengemudi, serta tidak adanya organisasi operator yang dapat memperkuat eksistensi mereka. Selain itu masalahnya adalah tidak adanya sistem yang baku bagi pemerintah untuk mengelola angkutan umum secara efektif dan efisien yang dapat dipantau terus menerus perkembangannya. Hal ini terlihat dari tidak adanya organisasi khusus untuk badan pengatur angkutan umum, seperti public transport authority, yang diharapkan dapat terus menerus mengembangkan sistemnya untuk kepentingan publik (masyarakat). Bila kita melihat negara yang telah maju, mereka sudah menyadari kepentingan sosial bagi warganya, selalu mengembangkan tingkat pelayanan bagi publik, termasuk angkutan umum bagi masyarakat. Meskipun sudah maju pelayanan angkutan umumnya, masih saja mereka mempunyai masalah antara lain tentang keberlanjutan transportasi, bahan bakar semakin langka, peralihan tenaga bahan bakar minyak kelistrik, bio-fuel, dan batere juga dipikirkan mereka. Namun pemborosan energi disektor Transportasi semakin menjadi, karena kemakmuran penduduk di negara maju menyebabkan penggunaan angkutan pribadi sangat tinggi. Masalah besar bagi mereka adalah bagaimana mengurangi pemborosan energi yang tidak terbarukan ini, dan dengan demikian bagaimana menciptakan angkutan umum yang nyaman efisien dan efektif senyaman angkutan pribadi, sehingga dapat menarik penumpang angkutan pribadi menjadi penumpang angkutan umum secara tetap. Langkah dan terobosan untuk ini dikenal dengan melakukan sistem angkutan umum yang terpadu, terkombinasikan dengan baik, efisien dan efektif sehingga orang dapat berpindah dari satu jenis angkutan ke angkutan lainnya dengan cepat, murah dan nyaman.
Bagaimana membuat pergantian dari satu jenis angkutan umum (moda) ke angkutan umum lainnya dengan cepat? Kemudian, bila melihat posisi negara berkembang sekarang, dengan segala keterbatasan dan kekurangan sistemnya, bagaimana angkutan umum dapat dikembangkan? Sebaiknya angkutan umum tidak dikembangkan secara unimodal, tetapi sudah dipersiapkan kearah multimodal. Karena apa? Bila pengembangan angkutan umum seperti saat ini, dengan konsep unimodal, maka akan terjadi banyak kendala pada pelaksanaannya nanti. Orang malas menggunakan angkutan umum karena sulit pada saat pergantian moda, waktu menunggu yang lama, tempat pergantian yang tidak nyaman, jumlah pergantian angkutan yang tidak menentu dan akhirnya menyuburkan tumbuhnya angkutan umum yang tidak resmi seperti ojek, omprengan dsb.
System perencanaan strategis digunakan untuk mendapatkan hasil yang akan bermanfaat dalam jangka panjang. Langkah pertama menuju perencanaan angkutan umum multimoda adalah dengan mengembangkan perangkat systemnya terlebih dahulu. (Buchari, 2008)
Posted: September 11th, 2008 under multimoda.