Perkuliahan baru
Hari Kamis dan Jumat (21 dan 22 Agustus 2008), ada rapat di Jurusan Teknik Sipil dan Program study Manajemen Infrastruktur Pascasarjana. Senang sekali saya ikut rapat sekali ini, rasanya sudah lama sekali tidak ketemu teman teman dan ingin bersilaturahmi dengan bapak ibu dosen yang lain.
Dalam pembagian mata kuliah yang akan diajarkan, ada sedikit perubahan karena adanya dosen senior yang pensiun. Juga aktifnya kembali dosen yang tadinya pergi tugas belajar. Tapi mahasiswa tidak perlu khawatir karena “rolling” pertukaran ini juga sudah dilakukan sebelumnya ketika dosen dosen tersebut pergi tugas belajar.
Bagi mahasiswa, sebaiknya jangan mengambil jarak dengan dosen, kalau ada yang akan dikomunikasikan jangan disimpan dalam hati, segera dibicarakan, kalau “malu” atau “segan” dapat melalui email, atau blog dosennya. Periode perkuliahan sangat singkat (4 tahun), kalau ada permasalahan disimpan dua semester saja, akan berdampak sangat besar bagi seluruh masa perkuliahan mahasiswa. Jadi, mahasiswa harus aktif, semangat dan selalu optimis.
Ingatlah, masalah itu tidak ada. Masalah ada hanya untuk diselesaikan, bukan untuk mengganggu jalannya kehidupan kita. Bagaimana menyelesaikan masalah? Tentu dengan mengahadapinya dan menguraikannya satu persatu. Kalau ada teman yang memberikan masalah dengan memfitnah, memusuhi atau menghasut ke hal hal yang akan merugikan kalian, jawab saja. “terimakasih, saya sudah cukup masalah dalam belajar ini, saya tidak mampu menerima masalah lain selain ini”. Mengapa? Karena masalah dalam belajar empat tahun itu banyak sekali, yang harus diselesaikan satu persatu dan tidak dapat dibungkus atau disimpan dilemari terus masalahnya menghilang.
Saya juga merasa lucu (sedih juga kadang kadang) bila mendengar mahasiswa menganggap saya “dosen killer” atau “rata kanan” karena pelit nilainya. Tapi mungkin mahasiswa dan para orang tua juga perlu mengetahui kesedihan para dosen melihat para mahasiswa yang tidak mau belajar kalau ujian, malas kuliah dan tidak mau mengerjakan tugas, tapi mau nilai lulus alias rata kiri (nilai A dan B). Mereka tidak mau rata kanan (nilai D dan E).
Menurut saya, nilai mahasiswa itu ditentukan oleh mahasiswanya sendiri, kalau dia belajar dan aktif kuliah, tentu akan berhasil dengan baik. Kalau merasa nilainya benar semua dan tetap tidak lulus, mahasiswa dapat minta “verification” atau penjelasan terhadap nilai tersebut. Jadi boleh protes, tentunya masih dalam masa verifikasi nilai tadi, yaitu dua minggu atau sebulan dari nilainya diumumkan. Karena nilai tersebut akan dimasukkan ke bank data di Pusat Komputer. Nah, mahasiswa yang tidak pernah belajar dan malas hadir tadi (yang jumlahnya kadang kadang lebih dari 10 persen mahasiswa) tentu tidak mau verifikasi nilai, karena sudah tahu kemampuannya memang segitu. Kelompok inilah yang menyebarkan “rasa takut” mereka dengan istilah “killer” tadi.
Saya yakin dan percaya, mahasiswa dapat memperbarui “paradigma” mereka tentang belajar di perguruan tinggi. Belajar bukan dalam kategori “Know-how” alias tahu dipermukaan saja, tapi mendalami ilmu yang dipelajari tersebut. Oya, ada hal lain dalam proses belajar, mahasiswa sekarang nampaknya lebih beruntung karena para dosen banyak yang menggunakan laptop dan LCD, sehingga mereka dapat melihat film dan presentasi yang bagus bagus. Keberuntungan ini dapat jadi bumerang bagi mahasiswa bila mereka merasa “sudah menangkap” semuanya hanya dengan menonton saja. Sampai dirumah semua memori tentang kuliah tadi hilang tak berbekas. Artinya, kuliah perlu membeli buku referensi atau meminjamnya di perpustakaan. Bagaimana caranya mendapatkan diktat atau materi dosen tersebut, kalau online, apakah dapat di download, atau bertanya langsung ke dosennya. Jadi jangan pulang kerumah sebelum mendapat nilai tambah (ilmu yang bermanfaat). Rugi sekali kalau pergi dan pulang dengan pengetahuan yang sama alias “blank” otaknya. Ketika kuliah, saya selalu menggunakan prinsip “hari hari harus ada nilai tambah”.
Posted: August 22nd, 2008 under Uncategorized.
Comments
Comment from erika buchari
Time September 7, 2008 at 7:37 am
Ya, janji kepada diri sendiri lebih sulit dari pada janji ke orang lain. Saya yakin Ikke bisa. Semangat.
Comment from nini
Time September 13, 2008 at 9:20 am
Salam kenal ibu sayang!Hayo tebak siapa saya??Turut bangga krn rasanya ibu dosen sipil unsri yang pertama yang punya blog. Siplah!!”Rugi sekali kalau pergi dan pulang dengan pengetahuan yang sama alias “blank” otaknya”. Saya setuju sekali dg statement ibu itu. Andaikan mhs mau menghitung-hitung berapa uang,energi dan resiko yang dikeluarkan untuk mencari ilmu ke Inderalaya, dan mereka menyadarinya. Saya yakin mhs bisa serius dalam menuntut ilmu. Waktu 1 semester sangat singkat untuk memahami beberapa ilmu sipil sekaligus. Apalagi kalo pake ga serius. Trend mhs hanya mencari nilai apa betul ya???
Comment from nini
Time September 13, 2008 at 9:23 am
halo Ikke, kenapa harus mengejar mimpi lewat ANSTRUK?? Seberapa penting anstruk itu bagimu?betapa dalemnya kata-kata ike. Aku yakin ikke punya perencanaan matang dalam hidup.
Comment from mutiara
Time November 5, 2008 at 3:20 pm
Assalamualaikum Wr. Wb
saya Mutiara buk,
mahasiswa teknik sipil unsri angkatan 2005,
angkatan tertua yg masih aktif sekarang,
angkatan yg sedang sibuk2nya mengurusi urusan akademis agar bisa mngejar wisuda bulan september tahun depan,
dan di tahun terakhir kami di bangku kuliah ini, (Insya Allah tahun terakhir buk)
ingin sekali rasanya kami mengadakan talk show (seperti yg kita baru saja ikuti tadi siang bersama Honda Buk),
atau mungkin yg lebih sederhana lagi,
bincang hangat antara dosen dan mahasiswa,
untuk membahas sistem belajar mengajar di universitas,
khususnya di Jurusan Teknik Sipil Unsri buk,
dan mengapa saya memilih utk menulis ‘unek2′ ini melalui blog ibu,
karena selain hanya sedikit dari dosen yg memiliki blog pribadi,
tetapi juga saya pikir ibu adalah salah satu dari sedikit dosen yg bisa diajak berdiskusi,
berbincang,
ataupun berbagi dengan kami buk,
kami sangat membutuhkan tempat,
media,
atau perantara untuk bisa mengungkapan pendapat yang itupun mungkin belum bisa kami rasakan manfaatnya,
mengingat masa aktif belajar kami yg tinggal 2 bulan lagi,
namun kami sadar,
bahwa di bawah kami,
masih banyak adik2 kami yg akan merasakan manfaat,
apabila terjadi perubahan menuju arah yg lebih baik,
mungkin ibu bisa pertimbangkan buk,
saya tahu tidak mudah,
mengingat ibu Erika adalah seorang ahli yg sangat sibuk,
namun apresiasi sebesar2nya akan kami berikan apabila ibu berkenan utk berdiskusi dgn kami,
Wassalam……….
Comment from erika buchari
Time November 5, 2008 at 4:35 pm
Assalamualaikum
Mutiara, saya sangat senang bila diskusi dengan mahasiswa yang semangat. Saya setuju sekali kalau kalian mau mengadakan talk show seperti tadi, dan saya mau bantu kalian.
Misalnya sambil buat talk show dengan thema Community Based development, baik itu isu transportasi, energi, perkotaan, banjir dsb, dosen dan mahasiswa dapat bekerja sama dalam membangun komunikasi dan saling mendekatkan diri.
Tapi kalau talk shownya khusus merumuskan hubungan atau gap komunikasi antara dosen dan mahasiswa, bukan saya tidak setuju, menurut hemat saya tetap tidak cukup dalam sekali dua kali pertemuan.
Komunikasi tersebut harus dibangun secara intens. Contohnya di luar negeri, tidak pernah ada forum yang membahas hal ini, walaupun dosennya pada sibuk dan mahasiswanya sulit mencari para dosen, tapi mereka dapat komunikasi Online seperti sekarang ini.
Anyway, kalau mau buat acara seperti tadi silahkan kumpulkan teman, saya dengan senang hati akan bantu. Ok?
Wassalam
Comment from ikke ts 06
Time September 6, 2008 at 7:55 am
makasih bu dosen yg ikke sayangi ats informasinya mgkn skrg paling tidak ikke sudah mulai mengetahui jalan yg hrs dilalui u/ mengejar sebuah mimpi mgkn slh satunya belajar ANSTRUK yup…moga2 aja di tgh jln ikke ga putus asa..
ALLAH TIDAK AKAN MELOLOSKAN IKKE DI TEKNIK SIPIL JIKA TIDAK PNY RENCANA BESAR TERHADAP HIDUP IKKE