Site menu:

Archives

Recent Posts

Categories

Recent Comments

Visitor Map

User Online

website counter

Kunjungan

Site search

Categories

August 2008
M T W T F S S
    Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Tags

Links

BELAJAR DARI KAMPANYE CALON GUBERNUR

Tanggal 18 Agustus 2008 yang lalu adalah momen penting bagi masyarakat Sumatera Selatan, karena pada hari itu semua dapat menyaksikan calon calon pemimpin mereka dalam mengekspresikan kemampuan dirinya dalam debat publik, dan belajar membaca kemampuan mereka dalam debat tersebut.

Saya tidak akan mengulas kampanye tentang siapa yang terbaik dari kandidat gubernur tersebut, melainkan pelajaran apa yang dapat dipetik oleh masyarakat dari momen ini. Kemudian, masyarakat juga dapat melihat apakah resikonya bila mereka nanti salah pilih bila melihat dari hasil pilkada lainnya di Indonesia.

Yang menarik dari presentsi para cagub adalah tidak terhindarkan mereka mengkritisi lawannya, baik dari pribadi, kebijakan, atau persepsi mereka yang berbeda. Saling kritik tak terhindarkan kalau tidak boleh disebutkan saling merendahkan. Hal ini mungkin saja para cagub bisa dianggap modern, karena pernah dilakukan juga oleh Clinton terhadap Obama.

Pembelajaran yang dapat dipetik oleh masyarakat adalah bahwa kita dapat menjadi lebih baik tanpa harus menjadi lebih tinggi, lebih hebat atau mengalahkan orang lain. Kualitas kandidat dapat ditunjukkan dengan cara menyajikan program yang memuaskan dan menjawab semua pertanyaan dengan jelas. Debat dapat dilakukan dengan elegan bila disampaikan dengan cara,”kita sudah dengar program kandidat lain, mungkin itu baik, tapi berbeda dengan program saya. Saya meyakini kalau program pemerintah provinsi Sumsel dilakukan dengan cara ini dan ini, maka akan punya kelebihan dari sisi ini…dan ini. Karena saya melakukan pengukuran dalam indikator sebelum dan sesudah program saya dilaksanakan nanti. Jadi kemungkinan gagal program saya ini nantinya akan dapat diminimalisir karena terpantau selalu dalam pelaksanaannya”.

Jadi yang sebaiknya ditunjukkan kelebihan dari cagub adalah sistemnya, bagaimana cara mereka mengatasi keadaan yang akan menghalangi program mereka dalam mencapai kesukseskan.

Sebagai contoh, beberapa kali cagub atau cawagub menyampaikan bahwa untuk mengembangkan pertanian, perkebunan, wisata, pertambangan dan energi diperlukan infrastruktur. Sudah benar. Tapi akan lebih baik lagi kalau sistemnya yang dikembangkan. Pengembangan transportasi dalam suatu sistem belum terlihat disini, hanya dari segi fisiknya saja, jadi keterpaduan pelaksanaan antar sektor tidak terjalin secara terpadu. Berapakah produksi beras yang sumsel hasilkan dan kemana disebarkan. Bagaimana sistemnya untuk mengontrol distribusi logistik dari sumber ke pasar agar tidak ditimbun, hilang dijalan atau diselundupkan ke negara tetangga. Dimana terjadi pendataan sumber, kontrol distribusi dan tujuan? Inilah titik titik kritis yang perlu diperhatikan. Sebagai hasilnya cagub akan dengan mudah menunjukkan hal hal yang akan diperbaiki, bila melihat permasalahan dari mata rantai sistem. Demikian juga halnya dengan pengembangan berbagai sektor lainnya, bila cagub menyampaikan solusinya secara sistematis maka debat publik ini akan lebih mendidik, bukan lebih memanaskan suasana antar simpatisan yang fanatik dan terkadang ada yang militan. Mungkin kedua cagub tidak menyadari bahwa simpatisan mereka terkadang begitu dalam cinta dan fanatiknya sehingga ketika saya mendengar obrolan masyarakat yang tidak mengenal cagub mereka begitu marahnya satu sama lain, ketika mengemukakan perbedaan pendapat dan pilihan mereka.

Mungkin masyarakat banyak mempelajari kampanye ini untuk menyiapkan diri sehingga pada masa yang akan datang kita “dapat menuntut” kematangan program dalam kerangka sistem, tidak parsial dan sektoral.

Comments

Comment from anton
Time September 1, 2008 at 5:22 pm

salam bu erika. wah, saya kaget. ibu erika punya blog. Senang bisa temu ibu lagi. saya anton, alumni sipil angk 92. anton yang bergerak di bisnis tianshi. Anton dengan lince yang pernah berkunjung ke rumah ibu dan bpk bbrp kali. Sukses Selalu buat ibu & keluarga.

Comment from erika buchari
Time September 2, 2008 at 5:33 am

Salam buat Anton&Lince. Jangan kaget lagi ya.. dengan ngeblog begini jangkauan komunikasi kita bisa lebih luas. Terutama saya sering pergi jauh (ke luar negeri).

Write a comment